Minggu,
21 September 2014
Tepat hari ini dia baru menghubungiku lagi, jam
dua lewat lima belas menit ponselku berbunyi “Tlingggg..” tanda ada pesan
masuk. Taraaaa.. Ini dari Mr. Nyebelin kuu. Aku sungguh sangat bahagia. Ia
bilang kalau baru bisa menghubungiku dan kami mulai berbalas pesan. Pembicaraan
kami sangat seru dan menyenangkan. Ada kata bosan untuk selalu membalas
pesannya. Dan akulah yang akhirnya mengakhirinya pesannya, ternyata sudah sore
dan waktunya aku untuk mandi.
(19.12
WIB)
Malam ini seperti malam-malam biasanya, setiap
pukul 19.00 malam aku mengajar les dirumah. Hari ini les privat. Entah mengapa
aku tiba-tiba mengaktifkan jaringan dataku yang seharusnya aku matikan agar
tidak mengganggu dalam mengajar. “Tliiing..Tliiiing..Tlinng” tanda ada beberapa
pesan bbm yang masuk, pertama-tama aku menyuruh anak les ku untuk mengerjakan
soal yang telah aku buat sebelumnya. Dan aku mulai melihat ponselku.. kekeke
:-D
Seperti tersambar petir disiang bolong, ketika
mendapati salah satu pesan dikirim oleh Mr. Nyebelin.
Hendra Wijaya
~Maaf yaa
yank
~Mungkin
hub ini cukup sampai disini
Anna Izuka
~Kenapa?
Ada apa ini?
Hendra Wijaya
~Iyaa,
lebih baik kita akhiri saja
~Aku
sudah tak punya waktu untukmu
Anna Izuka
~Aku tak apa bila kamu sibuk, kau tak perlu
menghubungiku.
~Aku
mengerti, tapi untuk mengakhiri hub itulah yang sulit
~Bagaimana
bisa aku melupakan perasaan ini dengan mudah
~Kau tak
menghubungiku 1 tahun / 2 tahun aku tak apa bila kamu sibuk
Hendra Wijaya
~Kau
dikelilingi banyak laki-laki
Anna Izuka
~Tapi kau
sendiri tau hatiku cuma 1 dan Cintaku cuma 1 untukmu. Jangan ragukan itu..!!
Hendra Wijaya
~Iyaa
Setelah kiriman pesan di bbm itu hatiku sedih,
ingin rasanya aku menangis, badanku tiba-tiba menjadi dingin, jantungku serasa
mau keluar, mataku berkaca-kaca, dan aku tak menyangka hanya dengan beberapa
kata darinya saja sudah membuatku sekacau ini. Pikiran tak tentu arah, hingga
murid les menyadarkanku. Setiap pertanyaan dari murid lesku aku tidak bisa
konsen, benar-benar kacau. Hingga aku meyakinkan diriku sendiri bahwa aku harus
fokus setidaknya aku tak boleh mengecewakan murid ku ini. Tiap air mataku ingin
berlinang aku selalu mendongak dan melihat keatas, jagan sampai airmata ini
jatuh. Akhirnya selesai juga aku mengajar, aku langsung menuju ke kamarku.
Berbaring dan ssekali melihat ponselku, selalu seperti itu. Dan aku memutuskan
untuk tidur.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar