Kamis, 25 September 2014

Semua terasa seperti mimpi

Minggu, 21 September 2014


Tepat hari ini dia baru menghubungiku lagi, jam dua lewat lima belas menit ponselku berbunyi “Tlingggg..” tanda ada pesan masuk. Taraaaa.. Ini dari Mr. Nyebelin kuu. Aku sungguh sangat bahagia. Ia bilang kalau baru bisa menghubungiku dan kami mulai berbalas pesan. Pembicaraan kami sangat seru dan menyenangkan. Ada kata bosan untuk selalu membalas pesannya. Dan akulah yang akhirnya mengakhirinya pesannya, ternyata sudah sore dan waktunya aku untuk mandi.


(19.12 WIB)   
                                        
Malam ini seperti malam-malam biasanya, setiap pukul 19.00 malam aku mengajar les dirumah. Hari ini les privat. Entah mengapa aku tiba-tiba mengaktifkan jaringan dataku yang seharusnya aku matikan agar tidak mengganggu dalam mengajar. “Tliiing..Tliiiing..Tlinng” tanda ada beberapa pesan bbm yang masuk, pertama-tama aku menyuruh anak les ku untuk mengerjakan soal yang telah aku buat sebelumnya. Dan aku mulai melihat ponselku.. kekeke :-D
Seperti tersambar petir disiang bolong, ketika mendapati salah satu pesan dikirim oleh Mr. Nyebelin.
Hendra Wijaya
~Maaf yaa yank
~Mungkin hub ini cukup sampai disini
Anna Izuka
~Kenapa? Ada apa ini?
Hendra Wijaya
~Iyaa, lebih baik kita akhiri saja
~Aku sudah tak punya waktu untukmu
Anna Izuka
~Aku tak apa bila kamu sibuk, kau tak perlu menghubungiku.
~Aku mengerti, tapi untuk mengakhiri hub itulah yang sulit
~Bagaimana bisa aku melupakan perasaan ini dengan mudah
~Kau tak menghubungiku 1 tahun / 2 tahun aku tak apa bila kamu sibuk
Hendra Wijaya
~Kau dikelilingi banyak laki-laki
Anna Izuka
~Tapi kau sendiri tau hatiku cuma 1 dan Cintaku cuma 1 untukmu. Jangan ragukan itu..!!
Hendra Wijaya
~Iyaa


Setelah kiriman pesan di bbm itu hatiku sedih, ingin rasanya aku menangis, badanku tiba-tiba menjadi dingin, jantungku serasa mau keluar, mataku berkaca-kaca, dan aku tak menyangka hanya dengan beberapa kata darinya saja sudah membuatku sekacau ini. Pikiran tak tentu arah, hingga murid les menyadarkanku. Setiap pertanyaan dari murid lesku aku tidak bisa konsen, benar-benar kacau. Hingga aku meyakinkan diriku sendiri bahwa aku harus fokus setidaknya aku tak boleh mengecewakan murid ku ini. Tiap air mataku ingin berlinang aku selalu mendongak dan melihat keatas, jagan sampai airmata ini jatuh. Akhirnya selesai juga aku mengajar, aku langsung menuju ke kamarku. Berbaring dan ssekali melihat ponselku, selalu seperti itu. Dan aku memutuskan untuk tidur. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar